STT FAKFAK MENJADI BATU HIDUP
                                      “ Beriman, Berwawasan, Berjemaat”
                                                   Karya: Lions  Fidratan

SEKOLAH  TINGGI THEOLOGIA GPI PAPUA FAKFAK, pada nama itu telah tampak sebuah karakter keilmiahan tertentu. Nama itu mengandung sebuah insipirasi dan juga imperatif misi yang memperlihatkan bahwa kami, warga SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA,  adalah agen-agen pembaru yang beriman, beretika, kreatif, realistik, serta mampu menunjukkan sebuah intensi iman di dalam setiap tindakan pembaruannya. Kita bukanlah orang yang sekedar “mencabut”, tetapi sekaligus “menanam yang baru”. Tidak juga sekedar “membongkar”, tetapi sekaligus “membangun yang baru”. Tentu pula tidak sekedar “menentang”, tetapi karena yang ditantang adalah ketidakadilan, ketidakmerataan, ketidakseimbangan, ketidakjujuran, ketidakterbukaan dan ketidakmerataan.
SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA GPI PAPUA FAKFAK, Telah mencetakan padanya, identitas akademisi yang melekat kuat pada setiap pribadi kami. Yang berdiri dengan tegak, menyusuri gunung, jurang lembah demi dan untuk menentang kegenasan iklim seiring waktu ( Menabur Benih Injil ).
STT Fakfak, berkarya untuk masyarakat khususnya gereja-gereja. Sebagai Lembaga yang menjadi alat dalam tangan Tuhan melayani gereja-gereja dan masyarakat dari aras kota hingga ke pedalaman.
STT Fakfak semakin mendekatkan diri kepada gereja-gereja dan masyarakat sebagai konteks berteologi yang merupakan keseimbangan antara kerohanian, intelektualitas dan kepelayanan.
Menjadi “ Batu Hidup”,  dirasakan sebagai wujud kedewasaan STT Fakfak untuk hadir bagi dunia dan terkhusus di Tanah Papua. Kedewasaan itu tertung dalam Visi dan Misi STT Fakfak untuk menjadi Lembaga Pembelajaran dan Pengembangan Teologi yang berorientasi pada pergumulan konteks Kristiani di Tanah Papua dan berwawasan Ekumenis.
Menjadi Lembaga pembelajaran calon pemimpin yang melayani, memiliki kedewasaan spiritual, wawasan teologis yang luas dan kemampuan profesional serta menyadari dan memahami panggilannya di tengah gereja dan masyarakat yang majemuk.
Dari Visi dan Misi inilah, STT Fakfak terus maju dan bertumbuh bersama Allah, Sang Pemilik.  Untuk terus menjadi “ Batu Hidup “ dan menciptakan batu-batu hidup untuk dunia.
Firman Allah Dalam Injil Lukas 19: 40, “ Jika mereka diam, maka batu ini akan berteriak ”. Kiranya Allah menolong STT Fakfak dan gereja untuk menjadi batu yang hidup di tengah realitas bangsa dan masyarakat. Tuhan Memberkati.
“ Teruslah Berkarya Lembaga Mungilku. Jadi Lilin Untuk Menerangi Setiap Insan Yang Hidup Di Atas Tanah Ini “.
( Namamu Selalu Ku Junjung, Titahmu Kuturuti )


           
           








Komentar

Postingan populer dari blog ini